Stasiun Cibatu, stasiun wisata era kolonial Belanda

Tiada perjalanan naik kereta dengan pemandangan yang super duper indah selain melalui jalur selatan. Yup, jalur Bandung – Surabaya via selatan memang menyuguhkan pemandangan yang indah. Termasuk juga bangunan stasiunnya. Salah satunya adalah stasiun Cibatu. Stasiun yang terletak di ketinggian +612 mdpl ini, saya ambil gambarnya ketika melakukan perjalanan dari Bandung menuju Jombang.  Stasiun yang sangat terkenal dalam masa kolonial Belanda, ini saya abadikan menggunakan Kamera Nokia Lumia 710, dan diedit dengan aplikasi momento.

addakhil

Stasiun Cibatu

Baca lebih lanjut

Mencicip Batagor Ihsan Sukabumi

Berada di daerah Sukabumi, tentunya wajib untuk mencicipi khazanah kulinernya. Salah satu tempat yang saya kunjungi adalah Batagor Ihsan, yang bertempat di Jalan A. Yani  Sukabumi.

Tempatnya lumayan bersih dan elegan, bergaya minimalis, namun tak mengurangi kesan mewahnya. Disini terdiri dari dua lantai, kita bisa memilih makan di lantai satu atau dua. Untuk lantai satu hanya tersedia beberapa meja, karena ruangan difungsikan juga sebagai tempat kasir, dapur, serta untuk menempatkan rak aneka oleh – oleh.

Dilantai dua, ruangan lebih lega dan terasa nyaman. Disini terdapat both untuk pesan minuman, serta tersedia toilet dan tempat sholat.  Ada banyak pilihan meja, baik untuk berdua ataupun beramai – ramai bersama teman atau keluarga.

batagor kuah ihsan

batagor kuah ihsan (Rp. 17.500)

Lanjut soal makanannya, yang pertama saya coba Batagor kuah. Sangat lezat, dengan kuah bening, irisan daun sawi, bakso, serta taburan bawang goreng, menambah lengkap sajian batagor kuahnya. Batagornya, gurih menyebar di mulut ketika digigit, ditambah segar kuahnya, menggoda untuk lanjut ke gigitan berikutnya. Baksonya juga tidak kalah enaknya, terasa mantap dan daging sapinya juga sangat membekas di indra pengecap saya.

Baca lebih lanjut

Berburu Madu Odeng

Madu adalah makanan yang sarat dengan protein dan bernilai gizi tinggi yang dihasilkan oleh lebah. Nah, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti para pemburu lebah hutan, yang didaerah sunda dikenal dengan nama Tawon Odeng, atau dalam bahasa ilmiahnya disebut Apis dorsata serta di Jawa dikenal dengan sebutan Tawon Gung.

addakhil/paijo

Tawon odeng atau Giant honey bee ini hidup di hutan atau di tebing – tebing yang tinggi. Beruntung oleh seorang teman, saya dikenalkan pada ‘buncis’ dan anwar. Kakak beradik pemburu madu odeng. Jadilah suatu hari saya ikut mereka untuk mencari madu odeng.
Kami harus menempuh perjalanan yang cukup seru menembus kampung – kampung kecil di daerah Sukabumi. Tujuan kami adalah hutan di wilayah desa Ciwangi, Pabuaran. Dengan naik motor saya di bonceng oleh Buncis. Cukup lihai si Buncis mengendarai motornya melewati jalan – jalan sempit dan berbatu. Menembus beberapa kampung kecil di lereng sebuah bukit, sebelum akhirnya membawa saya mendekati tepi hutan.
Kami pun menitipkan motor di halaman rumah salah seorang warga yang tinggal di tepi hutan, karena perjalanan berikutnya sudah tidak bisa lagi ditempuh menggunakan kendaraan roda dua. Saya cukup terkesan dengan kondisi sosial tersebut, begitu mudahnya si buncis memarkir kendaraannya di rumah orang yang belum dia kenal, dan si empunya rumah juga begitu ramah menyambut kami bak kawan karib.

addakhil/paijo

Akhirnya, kami berjalan menyusuri pematang sawah. Beberapa pak tani ada yang mengenali kami sebagai para pencari madu. Kami berhenti sebentar dan berbincang dengan mereka. Mereka menuturkan bahwa kemarin lusa salah seorang warga yang sedang mencari kayu, menjadi korban sengatan odeng di hutan tersebut. Sehingga harus dilarikan ke puskesmas, dan sampai dirawat disana. Merekapun meminta agar lebah – lebah tersebut diusir saja dari tempatnya yang sekarang. Si buncis meng iyakan saja permintaan beberapa petani tersebut. Baca lebih lanjut