BAB III (1-2)

MENYINGKAP TABIR KEAJAIBAN HATI

1. Jangan Paksa Allah Menuruti Fantasimu

Adalah merupakan kedunguan jika orang menghendaki perubahan (terjadinya sesuatu) yang tidak dikehendaki Allah pada suatu waktu.

Jangan engkau membiarkan dirimu dalam kedunguan karena diperdaya oleh fantasi – fantasi dan keinginan diluar jalan makrifat. Sebab sesungguhnya manusia itu mempunyai banyak keinginan, terutama keinginan tentang duniawi. Satu keinginan belum diraih, sudah mengharapkan keinginan yang lain. Begitu seterusnya. Jika engkau biarkan pikiranmu mempermainkan hatimu, maka kalbumu akan berdebu. Engkau tak akan mampu menyingkap tabir keajaiban hati.

Fantasi tak lebih dari suatu kebodohan. Merupakan tabir penghalang hatimu untuk bisa menempuh jalan menuju Allah. Apa yang diberikan Allah kepadamu, maka anggaplah sebagai rahmat dan kepedulianNya. Agar engkau bisa bersyukur kepadaNya. Sedangkan sesuatu yang belum terjadi maka janganlah berharap banyak. Jangan engkau memaksa Allah menuruti khayalanmu. Sebaik – baik hamba adalah yang qanaah terhadap pemberianNya.

Bolehlah seseorang berdoa mengharap rahmat dan kemurahanNya. Namun hendaknya mempunyai adab sopan santun sebagaimana santunnya orang yang meminta. Apakah permintaan itu dikabulkan atau tidak, maka serahkanlah kepada Yang Memberi.

Jika engkau mampu memposisikan dirimu sebagai hamba yang qanaah, dan mencegah fantasi – fantasi, maka hatimu akan mendapatkan penerangan cahaya Ilahi. Engkau akan bahagia menerima sebanyak yang Dia berikan kepadamu. Engkau akan menemukan kebenaran. Sesungguhnya kebenaran merupakan cahaya Ilahi. Dan hal itu hanya dapat dipantulkan melalui hati yang suci.

2. Kedunguanmu Karena Menunda Amal Shalihmu

Menunda beramal shalih dan menunggu kesempatan (waktu luang) merupakan kedunguan jiwa.

Pernahkah engkau melihat anak panah yang dilepaskan dari busurnya? Anak panah jika melesat dari busurnya, tak akan pernah dapat ditarik kembali. Begitulah waktu yang engkau miliki, dari detik ke detik melesat dan tak mungkin dapat kau pungut kembali. Jika engkau berpisah dengan hari esok, maka tak akan bisa berjumpa kembali. Dan hari ini tak dapat kau cari di esok hari.

Semakin lama, hitungan umurmu memang semakin banyak. Tapi pada hakikatnya, setiap hari berkurang terus dan mendekati batas akhir; kematian. Maka janganlah mengabaikan kesempatan yang baik. Manfaatkanlah sebagaimana mestinya. Sebagai seorang hamba yang shalih, maka tentu waktu yang terus merangkak itu digunakan untuk bermal shalih. Mengapa harus menunda besok atau lusa?

Jika suatu ketika engkau merasa malas beramal shalih dan ingin menunda besok atau lusa, atau mencari kesempatan baik, maka segeralah sadar bahwa yang demikian itu merupakan watak nafsumu. Cepat – cepatlah kalahkan nafsumu itu. Karena jika dibiarkan, dia akan selalu mencari kesempatan, ingin kemudahan dan kesenangan. Ingatlah setiap detik nafsu terus menerus berusaha menipumu.

Dalam hadis Bukhari diterangkan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW. Menepuk pundak Ibnu Umar seraya berkata, “Ketika engkau berada di sore hari, janganlah menanti datangnya pagi. Ketika engkau berada di pagi hari, jangan menunggu datangnya waktu petang. Manfaatkanlah kesehatanmu untuk sakitmu, dan pergunakan hidupmu untuk matimu.”

Seringkali manusia dibimbing oleh hawa nafsunya sehingga tenggelam dalam kesibukan. Bukan kesibukan beribadah di jalan Allah, tetapi kesibukan mengejar materi untuk kesenangan dunia. Kegiatan – kegiatan duniawi yang padat mengalahkan urusan ukhrawi. Akhirnya mereka terbiasa memandang bahwa urusan ‘mengingat Allah’ itu bisa ditunda. Mereka mencuri – curi waktu untuk melakukan shalat lima waktu. Itupun dilakukan dengan tergesa – gesa karena takut kehilangan kesempatan untuk meraih kekayaan.

Ketahuilah olehmu, bahwa yang demikian itu merupakan kebodohan. Karena akan mencelakakan diri sendiri. Dapat pula menutup mata hatimu dari jalan kebenaran yang hakiki. Menutup jalanmu menuju makrifatullah.

Bolehlah engkau mencari kepentingan duniawi untuk menfkahi diri dan keluargamu. Tapi janganlah kesibukan duniawi itu berlebih-lebihan karena digoda oleh keinginan – keinginan diluar batas. Karena waktumu untuk menunaikan kewajiban terhadap Allah akan tersita samasekali.

Rasulullah SAW pernah berkhutbah, “Wahai manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah sebelum kamu disibukkan oleh urusan duniamu. Sambunglah antara engkau dan Tuhanmu dengan memperbanyak sedekah secara rahasia atau terang – terangan, pasti kamu akan diberi rahmat, ditolong dan diberi pahala.”

Kepentingan duniawi dan akhirat sama – sama utama. Namun jangan sampai urusan duniamu melupakan kepentingan akhirat. Sesungguhnya dunia ini hanya sementara. Padahal kehidupan akhirat merupakan hidup yang sesungguhnya dan kekal.

Engkau membanting tulang dan memeras keringat demi mengejar materi, maka yang engkau terima adalah kenikmatan duniawi. Padahal kenikmatan itu merupakan tipuan yang sifatnya semu. Tidakkah engkau berpikir bahwa akhirat itu lebih panjang bahkan tak berkesudahan?

Manusia yang sibuk mengejar urusan duniawi, diperingatkan Allah dalam surat At Takatsur ayat 1-8, “Bermegah – megahan telah melalaikan kamu hingga kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar – benar akan melihat neraka Jahanam. Dan sesungguhnya kamu benar – benar akan melihat dengan ainul yakin (dengan mata kepala sendiri). Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan yang kamu buat bermegah – megahan di dunia.”

Oleh karena itu jangan menunda untuk berbuat baik ( beramal shalih). Lakukan selagi ada kesempatan. Menunda – nunda yang demikian adalah kedunguan jiwa.

Sebelumnya :

BAB II (Menyapu Debu Kalbu)

Iklan

6 thoughts on “BAB III (1-2)

  1. anak kandang berkata:

    Oke mas…sepakat..ayo ngaji Hikam bareng-bareng…..iki arep upload file sing smpyn wenehi mbiyen kae durung sempat.butuh koneksi yang top markotop..he he

  2. anak kandang berkata:

    koneksinya masih belum mumpuni mas…..
    nunggu kiriman rekaman dari smpyn ae wes….he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s