Cara Menghindari Kontaminasi atau Keracunan Pangan yang Bersumber dari Protein Hewani (Daging dan Telur)

Kurang lebih 30 % penyakit yang berasal dari pangan disebabkan penyimpanannya tidak baik atau kesalahan pemasakan. Akibatnya terjadi kejang perut, muntah, diare, dan lain – lain.

Sebagian besar dari penyakit yang bersumber dari pangan yang rusak tidak menimbulkan kematian dan tidak menyebabkan sakit yang lama, namun dapat berakibat fatal jika terkena orang manula, bayi (balita), pada orang yang sedang mengidap kerusakan pada system imunitas (kekebalan) tubuh.

Jenis mikroorganisme yang sering menimbulkan penyakit pada pangan yang tidak disimpan atau dirawat dengan benar adalah :

  1. 7 jenis bakteri yaitu Salmonella sp, Campylobacter jejuni, Staphylococcus aureus, Clostridium perfringens, Vibrio vulnificus, Listeria manocytogen, dan Shigela sp.
  2. 2 jenis protozoa : Giardia lamblia dan Entamoeba histolyca
  3. Virus Hepatitis A

Mikroorganisme tersebut kebanyakan hidup pada bahan pangan (mentah) berupa daging, telur, susu, santan kelapa, ikan atau pada sayuran yang terkontaminasi pupuk.

Dari semua bahan pangan tersebut, yang paling banyak menimbulkan resiko terkontaminasi atau teracuni oleh bakteri adalah daging unggas (misal : daging ayam) dan telur.

Lalu bagaimana agar kita dapat terhindar dari makhluk – makhluk kecil itu?

Jangan minum susu dan makan telur atau ikan mentah apalagi jika menderita sakit atau mempunyai kelainan pada system imunitas (kekebalan) tubuh.

Sebelum membeli telur, periksa benar – benar kesegarannya dan apakah betul – betul tidak retak atau bocor.

Segera simpan daging, sayur, susu, dan bahan pangan segar lainnya ke dalam lemari es.

Jika anda ingin makan telur setengah matang, rebuslah telur sampai kuning telur agak keras dan putih telur keras.

Masaklah ikan sampai matang. Lebih baik ikan dimakan segera setelah matang.

Jangan mencicipi pangan yang anda duga telah rusak.

Jangan memotong sayuran di telenan bekas memotong daging sebelum telenan dicuci. Perlu diingat bahwa telenan kayu lebih dapat terkontaminasi oleh bakteri daripada telenan yang terbuat dari palstik. Tetapi telenan yang terbuat dari bahan apapun harus dicuci dengan sabun setelah dipakai.

Cuci tangan sebelum dan sesudah memotong daging apalagi daging ayam. Jangan mengerjakannya bila terdapat luka pada tangan.

Jangan menaruh daging matang pada piring bekas menaruh daging mentah.

Cuci bersih semua buah dan sayur dengan air mengalir.

Kiranya tips diatas dapat bermanfaat dalam mencegah penyakit yang diakibatkan pangan yang terkontaminasi. Mesikipun jarang berakibat fatal, sebaiknya kita menghindari keracunan pangan dengan memperhatikan cara mengolah dan menyimpan pangan yang akan kita makan.

(sumber : CP Bulletin)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s