Peternak Amerika Gembira Peternak Indonesia Merana

altAuwwhxXtaIy_WZDIEo-P34u0r0DPfc-fI-tNoMWKQHjr

Penolakan WTO atas pembatasan impor produk hortikultura dan produk hewani membuat gembira para peternak di Amerika. Bagaimana tidak, keputusan WTO itu berarti membuka kesempatan kepada para peternak Amerika untuk dapat mengekspor 170 Juta Kilo produk unggas mereka !!! atau senilai $ 177 juta. Sungguh angka yang sangat luar biasa.

Hal ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap industri unggas nasional, yang saat ini pun dalam kondisi yang belum stabil.

Ditengah tantangan AI yang masih sulit untuk diatasi, dan mahalnya biaya produksi, tentunya para peternak dalam negeri harus semakin kreatif mencari jalan keluar dari persoalan ini. Efisiensi biaya produksi dan peningkatan kualitas, merupakan  kunci agar produk unggas kita bisa bersaing. Selain itu Regulasi dari pemerintah pun sangat diharapkan untuk membuat industri unggas nasional tetap bisa berjalan dan mensejahterakan peternak.

Akhirnya semoga bangsa ini bisa menjawab tantangan perkembangan era globalisasi yang tak terbendung ini, dan menjadi salah satu negeri agraria yang digdaya.

Semangat…!!!

 

Sumber

Iklan

Pemerintah Berencana Menghentikan Impor Bebek Dari Malaysia

Bebek sumber foto: produknaturalnusantara.com

Peluang usaha budidaya bebek kini terbuka semakin lebar. Pasalnya, pemerintah berencana menghentikan impor bebek dari Malaysia. Seperti diwartakan oleh Medanbisnis, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, awal pekan depan berencana mengeluarkan SK tentang penghentian impor unggas dari Malaysia.

Direktur Kesehatan Hewan, Fajar Sumping dan pejabat Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Agung Suganda membenarkan perihal tersebut. Menurut Direktur Keswan, sebagai bentuk penerapan prinsip kehati2an sesuai peraturan akan dilakukan penutupan sementara sambil menunggu perkembangan. Sedangkan Agung Suganda menyebutkan impor bebek dari Malaysia sudah distop dan peternak dalam negeri perlu mengantisipasi permintaan pasar.

“Diharapkan para peternak unggas lokal, khususnya bebek di dalam negeri bisa mengisi kekosongan pasar, terutama untuk kuliner premium maupun warung-warung yang khusus menyediakan sajian bebek,” kata Ketua Umum DPP Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Ade M Zulkarnain dalam keterangan tertulis, Minggu (12/3).

Penjualan Sapi Produktif Masih Terjadi?

Penjualan sapi di kupang

Sumber : Pos Kupang/Julianus Akoit

Menurut UU No 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, khususnya pasal 18 ayat (2), yang menjelaskan “bahwa ternak ruminansia betina produktif dilarang diperjualbelikan untuk disembelih karena merupakan penghasil ternak yang baik. Kecuali untuk keperluan penelitian, pemuliaan atau untuk keperluan pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan.”

Adapun pelanggarnya, diancam dengan hukuman pidana kurungan paling singkat 3 (tiga) bulan dan paling lama 9 (sembilan) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) dan paling banyak Rp25.000.000,00 (dua puluh lima juta rupiah).

Akan tetapi fakta dilapangan penjualan ternak betina produktif masih terjadi. Seperti di beritakan oleh Tribunnews, hal ini terjadi di Pasar Ternak Sapi Lili di Camplong, Fatuleu,Kupang pada Rabu (11/1/2017) dan Kamis (12/1/2017).

Tentunya menjadi sebuah ironi, ketika pemerintah dengan gencar menargetkan swasembada daging, namun pada kenyataan di lapangan adalah penjualan betina produktif masih marak terjadi. Bahkan menurut salah seorang calo yang tidak mau disebutkan namanya, penjualan betina produktif di pasar tersebut mencapai ratusan ekor pada setiap hari pasar.

Yos Kefi, salah satu saudagar hewan di pasar tersebut mengatakan bahwa “kesalahan bukan saja oleh pemilik sapi, tapi juga oleh pemerintah desa/keluarahan setempat. Karena membuat surat pengantar atau keterangan izin pengeluaran (penjualan) sapi betina produktif, jadi kami hanya membeli saja.”

Melihat hal tersebut maka peran pemerintah sangatlah vital dalam mengawasi secara konsisten perdagangan ternak betina produktif. Di samping itu edukasi terhadap masyarakat akan pentingnya betina produktif terhadap kelangsungan produksi peternakan juga menjadi hal yang harus terus dilakukan.

sumber 1

sumber 2