Tetes – tetes air
Yang jatuh dari langit
Merobek malam
Memecah keheningan
Menjadi nada – nada
Yang tak kumengerti
(Cikupa, 23 Oktober 2008)

Tetes – tetes air
Yang jatuh dari langit
Merobek malam
Memecah keheningan
Menjadi nada – nada
Yang tak kumengerti
(Cikupa, 23 Oktober 2008)
Sendiri,
Merenungi nasib
Berharap terjadi perubahan
Entah kapan?
Bulanpun enggan tersenyum
Bintang-bintang tampak redup
Aku kalah !!
(Malang, 22 Agustus 2006)
Dingin
Ingin kupecahkan
Segala kebekuan
Yang telah mengurung diriku
Dalam mimpi palsu
(Cikupa, 04 Maret 2008)