Arsip Kategori: Just Joke

Senyumlah untuk semua orang

Terjemahan Lagu Boso Jowo

All out of love (Air Supply):
Katresnan kebablasan

Goodbye (Air Supply):
Minggat

Lost in love (Air Supply):
Wes ora tresno

Making love out of nothing at all (Air Supply):
Gelo (jebule ora dibayar)

Grease (Bee Gees) :
Kinclong

How deep is your love (Bee Gees):
Duwekmu kok jero ‘men

I started a joke (Bee Gees):
Wiwit ndagel

In the morning (Bee Gees):
Isuk utuk2

Saturday night fever (Bee Gees):
Meriang ning nekat ngapel

Summertime (jazz) :
Loro Panas

Stayin’ alive (Bee Gees) :
Ora iso mati

Words (Bee Gees) :
Nggedebus

More than words (Extreme) :
Nggedebus pol
Read the rest of this entry

Junglish

What is Junglish? Jungle English..like one
mentioned below:

Javelish.. The typical Javanese language: ‘lho’,
‘lha’, ‘tho’, ‘kok’, ‘ki’, etc
-Lho, I already bought that book !
-Kok, buying again ?
-I told you many times ‘tho’ !
-Lha, I didn’t know … how ki !?
-Don’t be like that, no….!?

Jakartenglish ? Jakarte English is marked by the
‘sih’, ‘deh’, ‘dong’,'nih’,etc
-That book is very good, deh.
-Can you speak english?.. yeah a little sih I can!
-Use my money first nih..
-Give me more dong..
-How sih? Little little angry..

Surobenglish is marked by ‘tah’ and the famous word
is ‘diancuk’
-”No fuc***g good” … is pronounced by arek
Suroboyo using “No diancuk good”!
-Do you feel sick, tah ?

Other exclamation words of Java : ‘wo_’, ‘wah’,
‘w?’, ‘jian’, and ‘j?’

-W? lha this book is mine j?..!
-Wo_, only like that tho!
-Wah, expensive, tho?
-Jian, Paijem is so beautiful tenan.
Read the rest of this entry

Lawang wesi

Wak So lagek pertama kali iki nglencer nang TP ambek anak bojone.
Jenenge wong ndesit, Wak So ambek anak bojone gumun ndhelok sembarang kalir sing onok nang TP.

Tapi Wak So sak keluarga iku paling gumun ambek lawang wesi krum-kruman sing isok buka tutup dhewe, opo maneh isok muning mak tiing ! . . .

“Bes, opo iku jenenge . . .” takok Togog anake Wak So pas ndhelok lawang wesi iku.

“Aku yo gak weruh pisan nak . . .sak umur-umur lagek pisan iki onok lawang wesi koyok ngene.” jare Wak So.

Akhire Wak So sak keluarga ndoprok nang ngarepe lawang wesi iku ngematno ambek ndomblong.
Moro-moro onok wong wedhok tuwek sak pantaran bojone Wak So mencet tombol lawang wesi iku mau.
Mari ngono lawang wesine mbukak, terus wong wedhok tuwek iku mau mlebu nang ruangan cilik, terus pintune nutup maneh.
Mari muni ting ! . . ., terus onok ongko siji murup, loro, telu sampek papat mendeg.
Gak sui ongko papat murup maneh, terus telu, loro sampek siji mandeg.

Pas lawang wesine mbukak maneh, Wak So ambek anake kuaget tibake sing metu iku arek wedhok ABG ayu semlohe.
Wak So bingung ambek kemlecer ngematno arek wedhok iku.
Mari mikir dhiluk, Wak So mbengok nang anake, “Le !. . Ndhang cepetan Makmu lebokno kono . .”

Source: http://www.facebook.com/group.php?gid=43232867823#/topic.php?uid=43232867823&topic=8559

Note: TP (Tunjungan Plaza) salah satu mall terkenal di Surabaya

Bel Rusak

Suatu hari Nita menelpon si Joni doinya: “Hallo Jon, aku butuh bantuan nich … bel rumahku rusak, dan aku tidak bisa memperbaikinya.”

Si Joni menjawab: “Tenang Nit, aku akan segera ke rumahmu untuk memperbaikinya. Tunggu setengah jam lagi, aku akan tiba dan pasti semua beres.”

Setengah jam kemudian, Joni belum nampak batang hidungnya, Nita masih sabar menunggu karena pikirnya, “Ahh ….. biasa jam karet”.

Satu jam kemudian Joni belum nampak, Dua Jam Joni tetap belum kelihatan, akhirnya Nita tidak sabar lagi, segera dia angkat telepon dan menelpon Joni lagi.

Nita (dengan nada sedikit marah): “Hei Jon, gimana sich, katanya setengah jam lagi akan ke sini, kok masih di rumah, dasar gombal!!!”

Si Joni balik menjawab dengan agak emosi juga: “Hei Nit, aku sudah sampai di rumahmu setengah jam setelah aku tutup telepon. Kamu tau nggak, lebih dari 10 kali aku pencet bel rumahmu tapi tidak ada seorangpun yang membukakan pintu. Ya sudah … aku pulang lagi.”

Nita : “??$$%??”

Anjing Pintar

Dua orang perempuan sedang meributkan anjing-anjing mereka. Keduanya saling menyombongkan kepintaran piaraan mereka itu.

Perempuan 1: “Anjing gua hebat banget, deh. Tiap pagi ia nungguin tukang koran, dan begitu loper itu datang, anjing gua langsung ngambil korannya dan membawanya ke tempat gua sarapan.”

Perempuan 2: “Ya, gua tahu itu.”

Perempuan 1 (kaget): “Darimana lu tahu?”

Perempuan 2 : “Anjing gua yang cerita.”

Alat Pembuka Botol

Posted on

Seorang dokter sedang tidur nyenyak, ketika telepon di kamarnya berdering dan diujung sana terdengar suara lelaki yang dengan panik mengatakan bahwa anaknya menelan alat pembuka botol.

Si dokter sudah siap hendak berangkat ke alamat yang dimaksud, ketika telepon berdering kembali.

Kembali terdengar suara lelaki yang sama di ujung sana.

“Beres, beres, dokter. Kami sudah menemukan alat pembuka botol yang lain.”

Alat Ajaib

Posted on

Seorang pria merasa pergelangan tangannya snut-snutan, lalu ia mengunjungi seorang dokter untuk pengobatan.

Pria : “Dok . . pergelangan tangan saya terasa nyeri . . .”

Dokter : “Apa yang telah Bapak lakukan ?”

Pria : “Saya habis bermain tenis. Mungkin karena terlalu memaksa . . . sekarang jadi terasa sakit di sini . .” sambil menunjukan pergelangannya yang memar.

Dokter : “Kebetulan sekali. Saya punya alat cek up otomatis yang bisa mendeteksi segala jenis penyakit dengan tepat.”

Sambil memberikan sebuah botol, dokter itu kemudian berkata : “Saya Minta urin (air kencing -Red) Bapak dituangkan di sini.” Tanpa ragu-ragu pasien tsb membuang urinnya ke botol tsb. Lalu dokter meletakan botol yang telah berisi urin ke sebuah mesin. Mesin berbunyi sebentar, lalu mengeluarkan secarik kertas.

Dokter : “Ini laporannya . . . menurut mesin ini, otot pergelangan tangan anda memang terkilir.”

Pria itu sangat kagum dengan mesin si dokter. Pikirnya hanya dengan urin, maka bisa diketahui penyakit yang tepat. Setelah mendapatkan pengobatan, pria tersebut keluar ruang praktek.

Di luar ia bertemu suster yang kemudian memberikannya sebuah botol yang sama.

Suster : “Bapak kalau ada masalah lagi tidak perlu repot-repot ke sini. Cukup isi botol ini dengan urin Bapak, terus kirim botolnya ke sini untuk diperiksa. “

Pria itu mengangguk setuju. Beberapa hari kemudian, pria itu berpikir untuk ngerjain si dokter dengan mesin canggihnya. Ia meminta anak perempuannya kencing di botol tersebut. Kemudian ia mencampurnya dengan oli mobil, lalu melakukan [maaf] onani dan mencampur ‘hasilnya’ ke dalam botol. Botol itu kemudian dikocok sehingga tercampur merata. Pikirnya, dokter tidak akan tahu urin ini sudah dicampur dengan berbagai zat.

Keesokan harinya ia datang sendiri ke dokter dan menyerahkan botol untuk diperiksa.

Setelah menunggu lebih dari 3 jam, akhirnya dokter tersebut ke luar dengan membawa secarik kertas laporan.

Dokter : “Saya punya berita buruk tentang kesehatan anda !”

Pria sambil tersenyum culas : “Wah . . . ada apa Dok ? Katakan saja biar saya bisa tahu sekarang.”

Dokter : “Baiklah kalau anda memang bersikeras untuk mengetahuinya. PERTAMA, anak perempuan anda sedang hamil. KEDUA, mobil anda perlu diganti olinya. Dan yang KETIGA, otot pergelangan tangan anda tidak akan sembuh kalau anda masih sering onani!”

Ajal yang Tertunda

Posted on

Seorang yang sedang menjelajah di pedalaman Amazon tiba2 saja sudah dikepung sekelompok primitif yang haus darah.

“Oo… Tuhan matilah aku…”, gumamnya.

Tiba-tiba dari langit diatasnya ada kilatan cahaya, dan terdengar suara menggema:

“Tidak anakku…, ajalmu belum tiba. Ambillah batu di dekat kakimu itu dan pukul kepala pemimpin mereka yang tepat berdiri didepanmu itu “.

Si penjelajah itupun mengambil batu dan menyerang pemimpin gerombol itu, dan memukulkan batu itu ke kepala si pemimpin sekuat tenaga… dan si pemimpin itu mati seketika. Dia berdiri di atas mayat si pemimpin.

Seketika 100 orang primitif itu mengepungnya dengan muka sangat marah karena melihat pemimpinnya terbunuh. Kilatan dari langit itu muncul lagi dengan suara menggema:

“Sekarang… baru ajalmu tiba anakku…”

Adik Menangis

Posted on

Nurdin yang berusia lima tahun itu segera lari menemui ibunya setelah adiknya menangis keras-keras.
“Ibu, adik menangis di depan pintu.”
“Pasti kamu ganggu, ya?”
“Nggak kok. Nurdin nggak apa-apain.”
“Lalu, kenapa adik bisa menangis?”
“Cuma kejatuhan cicak kecil di kepalanya.”
“Ah, masa kejatuhan cicak kecil bisa bikin adik menangis?”
“Cicaknya langsung kupukul dengan gagang sapu, Bu..”

Absen Kelas

Posted on

Di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar sedang ada absen kelas…
Guru: “Nana Yuliani!”
Nana: “Saya, Bu!”
Guru: “David Hutagalung!”
David: “Saya, Bu!”
Guru: “Tono Surtono M!”
Tono: “Saya, Bu!”
Guru: “Tono, tolong sini sebentar…”
Tono: “Kenapa, Bu Guru?”
Guru: “Ibu agak nggak suka sama nama kamu. Kalo udah Tono, jangan pake Surtono lagi. Jadinya aneh. Bilangin itu ke bapak kamu, ya!?”
Tono: “Iya, Bu!”
Guru: “Ngomong-ngomong, M-nya itu singkatan dari apa?”
Tono: “Martono, Bu!”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.