Arsip Kategori: anakandang

segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia peternakan, ilmu pengetahuan yang terkait dengan bidang peternakan, dsb

Ayam bertelur

Telur ayam, mungkin sudah tidak asing bagi sebagian besar dari kita. Namun, apakah anda sudah pernah melihat bagaimana sebutir telur keluar dari tubuh ayam?silahkan simak video ayam bertelur di bawah ini :

 

Asal Muasal Ayam

Seringkali kita menemui ayam ataupun produk hasil ayam itu sendiri, tanpa mengetahui sejarah ayam. Ayam sudah cukup populer di negeri ini, dari desa sampai kota semuanya sudah mengenal ayam. Daging ayam yang memiliki tekstur lembut, dan harga yang relatif terjangkau menjadi alasan berkembangnya ayam di negeri ini.

Ayam yang kita pelihara atau yang disebut Gallus gallus domesticus merupakan unggas yang biasa dipelihara orang untuk dimanfaatkan untuk keperluan hidup pemeliharanya. Ayam peliharaan ini merupakan keturunan langsung dari salah satu subspesies ayam hutan merah (Gallus gallus) atau ayam bankiva (bankiva fowl).

Kawin silang antarras ayam telah menghasilkan ratusan galur unggul atau galur murni dengan berbagai macam fungsi, yang paling umum adalah ayam potong dan ayam petelur.

Read the rest of this entry

Sekilas tentang kandang tertutup

Untuk memberikan hasil produksi yang maksimal, pada peternakan modern, saat ini telah banyak digunakan kandang dengan sistem tertutup (Close house system). Kandang sistem tertutup merupakan kandang dimana kandang tertutup rapat, dan aliran udara masuk ataupun keluar (inner and outer) diatur keseimbangannya. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan maksimal kepada ternak.

Adapun secara umum kandang sistem tertutup ini dibagi menjadi tiga tipe :

  1. Sistem Tunnel

Kandang ini hanya menggunakan tirai sebagai penutup dan kipas untuk menyedot udara keluar.

  1. Full closed House

Pada tipe ini, kandang sudah dilengkapi dengan sistem pendinginan(cooling system)

  1. Full automatic closed house

Kandang tipe ini hampir semuanya sudah dijalankan dengan otomatis, mulai dari sitem air minum, pakan, bahkan lighting (pencahayaannya).

Adapun kenyamanan, kesehatan, efisiensi, dan peningkatan kepadatan merupakan tujuan utama penggunaan sistem kandang tertutup ini.

Pada tingkat poultry breeder Stefanus Julius mengungkapkan kepada Trobos yang dikutip Green Farm menyebutkan fakta bahwa untuk luasan yang sama di tingkat breeder maupun broiler mampu menampung lebih banyak,dan populasi bisa dinaikkan sampai menyentuh angka 66%.

New Castle Disease (ND) / Tetelo

ND Merupakan penyakit menular yang menyerang ayam, kalkun, dan unggas lainnya. Semua umur ayam dapat terserang penyakit ini. Penyakit ini tersebr keseluruh dunia dan sangat merugikan peternak – peternak ayam. Angka kematian cukup tinggi, bisa mencapai 90%, dan penularannya sangat cepat. Penyebabnya adalah virus yang tergolong dalam kelompok para myxo virus.

Penularan penyakit :

v  Lewat udara

v  Lewat burung – burung atau unggas yang tertular penyakit, misalnya burung gereja, gelatik, angsa, bebek, dll.

v  Kontak langsung dengan ayam – ayam yang sakit

v  Lewat orang (karyawan / tamu ) yang kontak langsung dengan ayam – ayam yang sakit

v  Lewat alat – alat peternkan yang tercemar

v  Dan lain – lain

Gejala penyakit :

Berdasarkan gejala klinisnya penyakit ND dikelompokkan menjadi 4 bentuk, yaitu Velogenik, Mesogenik, Lentogenik, dan Asymptomatis

Bentuk Velogenik

Bentuk ini sangat ganas. Ayam dapat mati menadadak tanpa menunjukkan gejala – gejala sebelumnya. Pada permulaan penyakit terjadi mencret terus menerus yang berwarna kehijauan atau kekuningan kadang – kadang disertai darah. Ayam cepat mengalami dehidrasi (kehilangan cairan tubuh), ayam terlihat lemah, sulit bernapas, bernapas lewat paruh, ngorok, batuk, tembolok membesar berisi air dan gas. Paruh dan hidung berlendir, mata berair, wajah kadang – kadang membengkak, jengger / pial kebiruan. Kematian pada bentuk ini bisa mencapai 90 – 100%. Bila ayam dapat bertahan pada fase tersebut diatas maka, penyakit ini berlanjut menyerang sistem saraf. Ayam akan kehilangan keseimbangan sehingga jalannya tidak teratur, berputar – putar mundur, gemetar, kelumpuhan sayap dan kaki, kepala berputar – putar. Pada ayam petelur dewasa akan terjadi penurunan produksi secara drastis atau akan berhenti sama sekali serta ditemukan telur – telur yang kerabangnya lunak / tipis.

Read the rest of this entry

Daging Ayam Baik untuk Kesehatan

Dalam pengobatan tradisional Cina, daging ayam dipercaya dapat menghilangkan gejala diare, nafsu makan yang menurun, penyakit anemia, serta ketidakseimbangan hubungan antara kerja limpa dan pankreas. Olahan daging ayam, berupa sup, juga kerap digunakan untuk mengatasi flu.

Banyak manfaat yang didapat dari konsumsi daging ayam. Dalam daging yang termasuk dalam jenis unggas ini terkandung 9 asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Asam amino yang tergolong mudah dicerna tersebut diperlukan bagi pertumbuhan dan penggantian sel tubuh yang rusak.

Pada semua jenis unggas dan burung juga terkandung sejumlah asam amino tyrosine, yang dimanfaatkan oleh otak untuk menghasilkan dopamine dan noradrenalin. Zat tersebut membuat orang menjadi lebih mudah untuk berkonsentrasi.

Komposisi lain dalam daging ayam adalah haeme iron (kandungan zat besi haeme) yang juga mudah dicerna bila dibandingkan dengan zat besi yang berasal dari nabati. Haeme iron sangat dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan simpanan zat besi, sehingga kita terhindar dari penyakit anemia.

Daging ayam termasuk jenis makanan yang jarang menimbulkan alergi. Aromanya tidak tajam, sehingga digemari oleh semua kelompok umur. Yang terpenting dalam pemilihan daging ayam adalah kesegaran bahannya terjamin dan pengolahannya dilakukan dengan benar.

sumber : www.poultryindonesia.com

Cara Menghindari Kontaminasi atau Keracunan Pangan yang Bersumber dari Protein Hewani (Daging dan Telur)

Kurang lebih 30 % penyakit yang berasal dari pangan disebabkan penyimpanannya tidak baik atau kesalahan pemasakan. Akibatnya terjadi kejang perut, muntah, diare, dan lain – lain.

Sebagian besar dari penyakit yang bersumber dari pangan yang rusak tidak menimbulkan kematian dan tidak menyebabkan sakit yang lama, namun dapat berakibat fatal jika terkena orang manula, bayi (balita), pada orang yang sedang mengidap kerusakan pada system imunitas (kekebalan) tubuh.

Jenis mikroorganisme yang sering menimbulkan penyakit pada pangan yang tidak disimpan atau dirawat dengan benar adalah :

  1. 7 jenis bakteri yaitu Salmonella sp, Campylobacter jejuni, Staphylococcus aureus, Clostridium perfringens, Vibrio vulnificus, Listeria manocytogen, dan Shigela sp.
  2. 2 jenis protozoa : Giardia lamblia dan Entamoeba histolyca
  3. Virus Hepatitis A

Mikroorganisme tersebut kebanyakan hidup pada bahan pangan (mentah) berupa daging, telur, susu, santan kelapa, ikan atau pada sayuran yang terkontaminasi pupuk.

Dari semua bahan pangan tersebut, yang paling banyak menimbulkan resiko terkontaminasi atau teracuni oleh bakteri adalah daging unggas (misal : daging ayam) dan telur.

Lalu bagaimana agar kita dapat terhindar dari makhluk – makhluk kecil itu?

Jangan minum susu dan makan telur atau ikan mentah apalagi jika menderita sakit atau mempunyai kelainan pada system imunitas (kekebalan) tubuh.

Sebelum membeli telur, periksa benar – benar kesegarannya dan apakah betul – betul tidak retak atau bocor.

Segera simpan daging, sayur, susu, dan bahan pangan segar lainnya ke dalam lemari es.

Jika anda ingin makan telur setengah matang, rebuslah telur sampai kuning telur agak keras dan putih telur keras.

Masaklah ikan sampai matang. Lebih baik ikan dimakan segera setelah matang.

Jangan mencicipi pangan yang anda duga telah rusak.

Jangan memotong sayuran di telenan bekas memotong daging sebelum telenan dicuci. Perlu diingat bahwa telenan kayu lebih dapat terkontaminasi oleh bakteri daripada telenan yang terbuat dari palstik. Tetapi telenan yang terbuat dari bahan apapun harus dicuci dengan sabun setelah dipakai.

Cuci tangan sebelum dan sesudah memotong daging apalagi daging ayam. Jangan mengerjakannya bila terdapat luka pada tangan.

Jangan menaruh daging matang pada piring bekas menaruh daging mentah.

Cuci bersih semua buah dan sayur dengan air mengalir.

Kiranya tips diatas dapat bermanfaat dalam mencegah penyakit yang diakibatkan pangan yang terkontaminasi. Mesikipun jarang berakibat fatal, sebaiknya kita menghindari keracunan pangan dengan memperhatikan cara mengolah dan menyimpan pangan yang akan kita makan.

(sumber : CP Bulletin)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.